Senin, 16 September 2013

SUDI MAMPIR

Senin malam, ada yang tak biasa dirasakan diri ini yang begitu lemah dengan segala kekurangan apalagi jika menghadapi satu keindahan rasa yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa yang tak mungkin bisa dibendung lagi sebagai manusia biasa.
Derap langkah terdengar dikesunyian malam yang hampir mendekati sepertiga malam dengan dingin yang mengiringinya. Langkahnya terdiam ketika terasa sudah tepat didepan batas istana gubukku dengan disusul sekitar 5 detik tak lama dari diamnya, keluar pula sebuah kata doa “Assalamu’alaikum” terdengar jelas lembutnya walaupun lembutnya itu tak bisa menyembunyikan rasa lelah yang dirasanya. Jelas saja hari ini ia telah beraktifitas penuh dengan segala kesibukannya sebagai “Mahasiswa Lama” yang harus merampungkan beberapa kewajibannya demi menggapai cita. “MaLa” Sebuah predikat yang dianggap sebagai sebuah beban namun tetap ia nikmati dan maknai setiap sensasinya sebagai seorang itu.
Tak berani ku membuka pintu karena bukan kuasaku melainkan kuasa raja terakhir, ayahku. Akhirnya pintu rumahku terbuka juga. Sang Mala pun lekas masuk menginjakkan kakinya diistanaku. Berbincang penuh serius dengan raja terakhir , ayahku. Diri ini pun mendengar bincangan kedua sosok pemimpin itu dengan penuh serius walaupun hanya bisa berdiam dibalik ruang lain karena sekali lagi ku katakan karena bukan kuasaku.
30 menit berlalu sudah, terdengar bincangannya mulai mengalun lemah. Jelas saja ini waktunya manusia beristirahat demi menyambut segala kejutan-kejutan yang akan diterimanya esok hari. Dialog terakhiri karena urusan sang Mala dengan raja terakhir  telah usai. Kembali lagi terlontar kata doa “Assalamu’alaikum” dari suara yang tak lagi asing untukku. Diikuti dengan derap langkah menjauh dari istana gubukku. Langkah kaki yang terdengar sedikit-sedikit lalu hilang ditelan kesunyian malam. Sang Mala bersiap-siap merehatkan diri dengan berharap bermimpi indah malam ini, begitu pula denganku.

RUANG RAHASIA, seninmalam, 09092013, 11:13 pm

DM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar